Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prabowo Bahas Rekrutmen Prajurit TNI dari Suku Dayak hingga Penanganan Karhutla di Hambalang

| September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T21:59:55Z
Istimewa

Bogor | BNews - Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu strategis bersama jajaran TNI, menteri, dan pejabat terkait dalam pertemuan yang digelar di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung sejak sore hingga malam hari. Dalam agenda itu, Presiden menerima Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.


“Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediaman Hambalang, Sabtu 29 Agustus 2026,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya.


Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin bergabung sebagai prajurit TNI.


Presiden Prabowo meminta laporan mengenai upaya penyesuaian aturan tersebut agar peluang masyarakat dari wilayah pedalaman untuk mengabdi sebagai prajurit TNI semakin terbuka.


“Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” ujar Teddy.


Selain membahas sektor pertahanan dan sumber daya manusia TNI, Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai daerah.


Beberapa di antaranya yakni penanganan pascagempa bumi di Flores serta penanganan dampak erupsi Gunung Merapi. Pemerintah terus melakukan pemantauan agar proses penanganan bencana berjalan secara cepat dan terpadu.


Presiden juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Kepala Negara meminta agar langkah penanggulangan diperkuat, tidak hanya melalui penanganan saat kejadian, tetapi juga dengan meningkatkan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.


Dalam upaya pencegahan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.


“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” tulis Teddy.


Pertemuan di Hambalang itu menjadi bagian dari langkah Presiden Prabowo dalam memastikan berbagai kebijakan strategis pemerintah berjalan sesuai target, mulai dari penguatan pertahanan nasional, peningkatan kesempatan bergabung dengan TNI, hingga penanganan bencana dan perlindungan lingkungan.(ANW)

×
Berita Terbaru Update